Say Hi..

Senin, 22 April 2013

Tugas Softskill 2


Tugas 1 (Tentang Perdukunan di Indonesia)
Dukun adalah orang yang mengabarkan perkara- perkara ghaib di masa yang akan datang. Bisa dikatakan pula bahwa dukun ialah orang yang mengabarkan sesuatu yang ada di hati manusia. Demikian pula, dapat dikatakan bahwa dukun yaitu orang yang mengaku mengetahui perkara-perkara tertentu melalui pengantar-pengantar tertentu pula untuk mengetahui barang yang dicuri dan keberadaannya. Adapun arti perdukunan yaitu penyampaian berita tentang perkara- perkara yang telah disebutkan di atas.
Al Imam al- Khaththabi rahimahullah menerangkan bahwa para dukun adalah manusia yang memiliki pola pikir menyimpang, jiwa yang buruk dan tabiat kemarahan. Syaithan menyenangi mereka karena adanya kesamaan dalam sifat-sifat tadi dan keinginan membantu mereka dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Dahulu masa jahiliah, perdukunan menyebar luas terkhusus di kalangan Arab karena terputusnya kenabian di tengah mereka. Sedangkan perdukunan itu ada beberapa golongan :
1.      Perdukunan yang didapatkan dari jin pencuri berita yang ada di langit.
2.      Perdukunan yang didapatkan dari jin tentang peristiwa di seluruh permukaan bumi.
3.      Perdukunan yang disandarkan pada dugaan, perkiraan dan sangkaan yang memang sebagian orang memiliki kekuatan untuk itu. Hanya saja tetap dibumbui banyak kedustaan.
4.      Perdukunan yang disandarkan pada pengalaman dan kebiasaan. Kemudian sebuah peristiwa dicocokkan dengan peristiwa-peristiwa lain sebelum itu. Tidak jarang dibumbui pula dengan hal-hal yang berbau mistik.

Asy-Syaikh Shalih bin Abdil Aziz Aalu asy-Syaikh hafizhallah menerangkan bahwa pencurian pendengaran dari langit oleh jin itu ada 3 keadaan:
1.      Sebelum diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam, pencurian pendengaran dari langit itu jumlahnya banyak sekali.
2.      Setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam, tidak ada pencurian dari langit oleh jin. Kalaupun ada, maka hal itu jarang sekali. Itu pun tidak mempengaruhi wahyu Allah terhadap Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam.
3.      Setelah wafatnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam, pencurian pendengaran dari langit kembali muncul tapi tidak sebanyak sebelum diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam. [Lihat at-Tamhid li Syarhi Kitabit Tauhid].



Ancaman Keras Terhadap Siapa pun Yang Mendatangi Dukun
Dari sebagian istri Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam dari Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya): “Barangsiapa mendatangi dukun lalu bertanya tentang suatu permasalahan (hidup) kepadanya maka shalatnya tidak diterima selama 40 malam” [H.R Muslim]. Dalam hadits yang lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengingatkan (artinya): “Barangsiapa mendatangi dukun lalu membenarkan apa yang diucapkannya maka dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan Muhammad.” [Ash-Shahihah 3387].
Dari dua hadits ini, kita dapat mengetahui bahwa barangsiapa mendatangii dukun dan bertanya/ mengadu tentang sebuah permasalahan hidup kepadanya -sekalipun tidak percaya/ membenarkan ucapannya– maka shalat orang tadi tidak diterima selama 40 hari. Sedangkan barangsiapa mendatangi dukun lalu percaya/ membenarkan ucapannya maka dirinya telah kafir terhadap Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Termasuk dalam ancaman ini adalah membaca ramalan bintang baik di media elektronik atau media cetak. Asy-Syaikh Shalih bin Abdil Aziz Aalu asy-Syaikh hafizhahullah berkata: “Dan wajib juga bagi setiap muslim untuk tidak memasukkan ramalan bintang tersebut ke dalam rumahnya, tidak membacanya atau tidak melihatnya. Sebab melihat ramalan-ramalan bintang dan apa yang ada padanya –sekalipun sekedar ingin tahu- termasuk dilarang dari sisi mendatangi dukun tanpa ada pengingkaran.
Bila dirinya membaca halaman tentang ramalan bintang ini lalu mengetahui bintang yang ia dilahirkan padanya atau sudah mengetahui bintangnya lalu membaca ramalan padanya, maka seakan-akan ia telah bertanya kepada si dukun, sehingga tidak diterima shalatnya selama 40 hari. Bila dirinya sampai membenarkan ramalan tadi, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” [at-Tamhid]. Haramnya Upah Untuk Dukun Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr al-Anshari radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam melarang juall beli anjing, upah terhadap pezina dan upah terhadap dukun. [H.R al-Bukhari dan Muslim]. Al-Imam an-Nawawi rahimahullah berkata: “al-Baghawi dari ulama madzhab kami dan al-Qadhi ‘Ayyadl berkata: “Kaum muslimin bersepakat tentang haramnya upah untuk dukun karena upah tersebut merupakan ganti dari sesuatu yang haram dan juga karena memakan harta dengan cara yang batil.” [Syarh an-Nawawi]. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah juga menegaskan bahwa upah untuk dukun itu haram dengan kesepakatan ulama, karena mengandung unsur mengambil ganti dari perkara yang batil [Fathul Bari]. Wallahu a’lamu bish-Shawaab.

Tugas 2 (Bagaimana Cara Menghadapi Globalisasi)
APA SIH GLOBALISASI ITU ??
Pengertian globalisasi sendiri diambil dari kata global yang artinya di dunia menurut wikipedia pengertian globalisasi tidak atau belum mempunyai definisi tetap dan mapan, globalisasi hanya merujuk pada definisi kerja (working definition), artinya pengertian globalisasi bisa jadi sanagt luas cakupanya tergantung bagaimana pengguna menempatkan. Ada sebagain yang berpendapat bahwa globalisasi merupakan proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara berada dalam ikatan yang semakin kuat untuk mewujudkan sebuah tatanan kehidupan baru atau kita bisa mengatikan kesatuan ko-eksistensi yang nantinya akan mengahpus batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Penertian ini didukung oleh pihak yang mendukung terjadinya sebuah evolusi sosial ekonomi dan budaya
Namun bagi pihak yang tidak sependapat menyebutkan bahwa globalisasi sebagai sebuah proyek rekayasa negara-negara adikuasa (kapitalis) untuk tetap menjaga eksistensi dan pengaruhnya terhadap dunia terutama dunia ketiga. Stigma negatif disematkan kepada globalisasi oleh para pendukung ide ini, globalisasi dipandang hanya evlolusi dari kapitalisme dimana negara2 kaya akan mengontrol perokonomian dunia sedangkan negara negara kecil atau yang sering disebuk negara ketiga hanya dieksploitasi dan semakin terbenam karena tidak mempunyai daya saing..

APA SIH DAMPAK YANG TERJADI PADA KOPERASI DENGAN TERJADINYA GLOBALISASI ??
Salah satu tokoh yang berpendapat bahwa Globalisasi berdampak negatif adalah dari yang bernama Ohio Elizabeth Fuller Collins. Collins menyebutkan bahwa dampak negatif globalisasi adalah bahwa kapitalisme pasar bebas yang bersanding manis dengan istilah ekonomi neoliberal memperlakukan tenaga kerja, uang, tanah dan sumber alam sebagai faktor produksi semata atau komoditas yang diperjual belikan. Akibatnya, Suplay dan demand dari tenaga kerja, uang, tanah dan sumber alam akan ditentukan dan menentukan harga di pasaran. Dampak langsung yang diakibatkan kondisi ini adalah krisis finansial, instabilitas politik, dan ancaman kelestarian lingkungan.
Lantas, bagaimana kita menghadapi gelombang negatif globalisasi yang tak bisa dihentikan ini? Perkuat identitas diri dan negeri. Itulah caranya meski terkesan paradoks. Bahkan, Tun Mahathir Mohammad, mantan perdana menteri Malaysia, pernah mengatakan bahwa untuk menghadapi globalisasi kita harus memperkuat nasionalisme. Identitas diri sebagai bangsa.
Kita baru punya nilai dan identitas, kalau kita merupakan bagian dari sebuah keterhubungan dengan Yang Mahakuasa, kemudian kita betul-betul bisa menjadi pemakmur bumi, dan kita berani berperang untuk mempertahankan kedua hal tersebut. Berperang itu dalam arti luas, seperti ghazwul fikri dan muamalah. Marilah kita berupaya sekuat daya untuk menjadikan diri dan negeri kita terus memiliki jati diri. Bangga dengan kepribadian yang ada. Tidak terperangkap oleh kata modern sebagai topeng westernisasi.

Tugas 3 (Tentang Salah Satu Tokoh Wayang di Indonesia)


Wayang Sadewa
Sahadewa atau Sadewa adalah Pandawa yang kelima. Ia adalah putera Prabu Pandu dan Dewi Madrim. Saudara kembarnya bernama Nakula. Sadewa dan Nakula adalah titisan dari dewa kembar yaitu Dewa Aswin.  Sadewa  memiliki sifat yang bijak, bahkan ia paling bijak bila dibanding dengan Pandawa yang lain. Kakaknya, Yudistira pernah mengatakan bahwa Sadewa lebih bijak daripada Wrehaspati, yaitu guru para dewa.

Sadewa memiliki keahlian dalam hal ilmu perbintangan atau astronomi. Ia mampu mengetahui kejadian yang akan datang, namun ia pernah dikutuk, apabila sampai membeberkan rahasia takdir, maka kepalanya akan terbelah menjadi dua. Ia juga pandai dalam hal ilmu peternakan sapi. Pada saat Pandawa menjalani masa penyamaran di Kerajaan Matsya karena kalah bermain dadu dengan Korawa, Sadewa menyamar menjadi seorang gembala sapi bernama Tantripala.  Isteri Sadewa bernama Jarasanda, puteri raja Kerajaan Magadha. Dari pernikahan tersebut, mereka memiliki seorang putera bernama Suhotra. Sedangkan dari Dropadi, Sadewa dikaruniai putera bernama Srutakirti.
Dalam pewayangan, istri Sadewa hanya satu, yaitu Perdapa, puteri Resi Tambrapetra. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak yang bernama Niken Sayekti dan Bambang Sabekti. Masing-masing menikah dengan anak-anak Nakula yang bernama Pramusinta dan Pramuwati. Sadewa turut serta dalam peperangan besar di Kurukshetra (Bharatayuddha). Pada  hari ke-18 Sadewa bertempur melawan Sengkuni, dan ia berhasil mengalahkan Sengkuni dengan pedangnya. Sengkuni adalah adik Dewi Gendari, ibu Korawa. Ia licik dan suka mengadu domba antara Pandawa dan Korawa, sehingga meletusnya perang Bharatayudha.

Referensi :


0 komentar:

Messiah

Leo Messi - The Best Of 2011